Sebuah surat elektronik mampir di milis tarnus6. Asalnya dari rekan alumni Igantius Widi, yang sekarang tentunya sudah berpangkat Kapten atau sekurang-kurangnya Lettu Penerbang.
Dear all
Sekarang saya sudah menjalani training pesawat Sukhoi di Rusia, di sini fase ground training saja, sedangkan fase training terbangnya akan dilaksanakan di Indonesia.
Saat datang kemarin kami sudah disambut dengan suhu yang cukup kontras dengan Indonesia, di sini 3 derajat celcius, dan saat saya menulis email ini, suhu diluar sudah mencapai 0 derajat. Pengalaman pertama hidup di suhu 0 derajat nih.. belakangan sih jika dibandingkan rekan-rekan yang sudah hidup di Jepang dari tahun kuda gigit besi…
Kemarin kami sudah mengunjungi Sukhoi desain biro dan museum sukhoi.
Trainingnya sendiri dilaksanakan di Zhukovski, pinggir kota Moskow.
Di sini, jauh seperti yang saya bayangkan sebelumnya, kebanyakan bangunannya tidak mencerminkan sebuah negara maju. Dari luar tampak kusam, berdinding batu bata , kaca seadanya, dan terlihat seperti bangunan tua. Memang filosofi rusia mengutamakan fungsi suatu benda, tanpa melihat itu indah atau tidak.
ntar one day dikirim fotonya ya,
da swidanya mai druzya

Sukhoi Indonesia
Sebelumnya terlebih dulu, rekan alumni Widi mengabari keberangkatannya ke Russia dalam email berikut ini:
Dear sixers
Maaf yah lama gak ikutan nimbrung di sini, hanya monitor berita berita ajah…
Just for you info guys, mohon dukungan doa dari semua… saat ini saya dalam perjalanan menuju Moskow, untuk program mengikuti training pilot Sukhoi 27/30 TNI AU.
Semoga bisa berjalan lancar dan tetap bisa memberikan karya terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara… ( katanya dunia udah dihilangkan yaah? hehehe..lagipula, rasanya beraaat sekali memberikan karya terbaik untuk dunia )
Thanks all guys, GBU all
Da swidanya wecewo kharosewo ( Russian, arti : sampai jumpa, semoga semua dalam berkat – Nya )

Sukhoi Su-30 milik Indonesia
Sekian kabar alumni kali ini, teruslah berprestasi. Terbanglah tinggi perwira angkasaku. ‘Tuk menjaga Indonesia. Serta ‘tuk menghormati kawan-kawan yang telah mendahului terbang tinggi.